Sabtu, 08 Oktober 2016

Tindakan Sosial




Tindakan Sosial
Apa itu tindakan social

Tindakan Sosial diartikan sebagai tindakan individu terhadap orang lain yang memiliki makna untuk dirinya sendiri dan orang lain”
Kata kunci: Tindakan yang penuh arti (-Max Weber-)




Max weber
Metode verstehen
METODE YANG BERUSAHA UTK MEMAHAMI MAKNA (MOTIF) YANG MENDASARI PERISTIWA SOSIAL DARI TINDAKAN AKTOR YG TERLIBAT DI DALAMNYA

TIPE-TIPE TINDAKAN SOSIAL


(1) TINDAKAN TRADISIONAL :
TINDAKAN YG DILAKUKAN INDIVIDU/ KELOMPOK DIMANA MENGACU PADA TRADISI (KEBIASAAN DI MASYARAKAT)
CTH: KULIAH KARENA TRADISI KELUARGA

(3) TINDAKAN RASIONAL BERORIENTASI NILAI
TINDAKAN YG DILAKUKAN LEBIH MEMPERHATIKAN MANFAAT (NILAI) DRPD TUJUAN YG HENDAK DICAPAI
CTH: KULIAH KARENA MENJUNJUNG NILAI PENGETAHUAN & PEMBELAJARAN BKN SEBATAS MENGEJAR GELAR

(2) TINDAKAN AFEKTIF/ EMOSIONAL :
TINDAKAN YG DIDOMINASI OLEH DORONGAN EMOSI/ PERASAAN (KEMARAHAN, KETAKUTAN, PERASAAN CINTA YG MELUAP-LUAP & KEGEMBIRAAN)
CTH: KULIAH KARENA GEBETANNYA KULIAH

(4) TINDAKAN RASIONAL INSTRUMENTAL
TINDAKAN YG DILAKUKAN SESUAI TUJUAN & CARA YG DIPILIH SECARA RASIONAL
Ex: KULIAH UNTUK MENDAPATKAN KERJA YANG BERGAJI BESAR

INGAT: “MAKNA SEBUAH TINDAKAN TERLETAK DI KEPALA AKTOR  SOSIAL, LIHAT APA MOTIVASINYA & DIMANA KONTEKS TINDAKAN TSB TERJADI
 











 

·        Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah :
ü hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya.
ü “hubungan timbal balik antarmanusia”
ü Ciri Ciri interaksi sosial
*    Jumlah pelaku terdiri dari dua orang atau lebih
*    Ada komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang
*    Ada dimensi waktu yang meliputi : masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang
*    Ada tujuan yang hendak dicapai dari interaksi tersebut

·        Faktor yang mempengaruhi tindakan sosial
1) Imitasi adalah tindakan meniru orang lain.
2) Sugesti berlangsung ketika seseorang memberi pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain.
3) Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).

4) Simpati merupakan kondisi ketertarikan seseorang kepada orang lain. Ketika bersimpati, seseorang menempatkan dirinya dalam keadaan orang lain dan merasakan apa yang dialami, dipikirkan, atau dirasakan orang lain.
5) Motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang utk melakukan tindakan
6) Empati merupakan simpati mendalam yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan jiwa seseorang.
Contohnya, seorang ibu yang ikut merasakan penderitaan anaknya yang mengidap kanker darah. Ibu tersebut sangat sedih sehingga ia pun jatuh sakit.
·        Syarat terjadinya interaksi sosial
1). KONTAK SOSIAL
    HUBUNGAN SOSIAL ANTARA INDIVIDU SATU DENGAN INDIVIDU LAIN YANG MENIMBULKAN RESPON (TANGGAPAN)
JENIS- JENIS KONTAK SOSIAL
a)   KONTAK PRIMER: HUB. TIMBAL BALIK YANG TERJADI SECARA LANGSUNG. CONTOH: BERTATAP MUKA (BERTEMU), BERSENTUHAN
b)  KONTAK SEKUNDER: KONTAK YG TERJADI MELALUI SUATU MEDIA PERANTARA.
CONTOH:
1)   BERBICARA MELALUI TELEPON ATAU BERKIRIM SURAT (SEKUNDER LGSG)
2)  TOM BERKENALAN DGN TRAVIS MELALUI PERANTARA MARK (SEKUNDER TDK LGSG)

·        Komunikasi sosial
PROSES PENYAMPAIAN PESAN ATAU BERITA KE PIHAK LAIN SEHINGGA PESAN YG DIMAKSUD BISA DIPAHAMI OLEH PENERIMANYA
·        Perwujudan Komunikasi
CONTOH: PEMBICARAAN, GERAKAN-GERAKAN FISIK & PERASAAN-PERASAAN YANG DISAMPAIKAN
5) Respon/ feedback Tanggapan dari komunikan
1) Pesan yang akan disampaikan
(bahasa/ simbol)
4) Pihak yg menerima pesan (komunikan/ receiver)
Komponen dalam proses komunikasi


6) EFEK: Perubahan yg diharapkan terjadi pada komunikan
3) Pihak pengirim pesan (Komunikator/ sender)
2) Media: cara pesan itu disampaikan
 




Teori Interaksi Sosial
George Herbert

Mengemukaan teori yaitu :
Interaksionisme Simbolik diartikan bahwa individu membangun makna melalui proses komunikasi, karena makna tidak melekat pada sesuatu”
Fokus: Manusialah yang membangun makna. Melalui interaksi makna disepakati bersama
Contoh interaksi simbolik
1.    Mengacungkan dua jari,yaitu jari telunjuk dan jari tengah,mengibaratkan akan sebuah kedamaian
2.   Mengenakan hijab atau peci ,mengindikasikan bahwa orang  tersebut adalah orang muslim/islam
3.   Toilet yang biasa di mall,akan ada tanda untuk toilet cowo dan toilet cewe


      Makna dan Interaksi Manusia
      Makna: merupakan produk sosial/ kreasi yang dibentuk melalui aktivitas dan interaksi dengan orang lain (interpersonal) atau berbicara dalam hati (intrapersonal)
      Manusia memiliki motivasi bertindak didasarkan pada makna yang diberikan kepada orang lain, peristiwa sosial di sekeliling dirinya, dan benda
      Pemaknaan sesuatu yang melekat pada benda. Misalnya: Kursi
      Fungsi kursi untuk duduk
      Pemaknaan perilaku manusia. Misalnya: (Makna) Perkawinan merupakan simbol cinta dan komitmen
      Disisi lain, ada yang menganggap perkawinan merupakan penjara dan tanggung jawab
Salah satu konsep George H. Mead adalah apa yang disebut Mind (Pikiran), Self (Diri), dan Society (Masyarakat) .
Goffman membedakan dua macam pernyataan,yaitu:
¢ Pernyataan yang diberikan (expression given), yaitu sarana-sarana tanda yang dengan sengaja dipergunakan untuk menyampaikan informasi tertentu kepada orang lain.
¢ Pernyataan lepas (expression given off), yaitu informasi yang disampaikan tanpa sengaja.
Contoh : Penganut Hindu di India dalam memaknai sapi






Kontak Sosial
Interaksi Simbolik
Dari interaksi ini ada kemungkinan suatu saat UU akan menyesuaikan pemaknaanya



Erving goofman
                              
Teori dramaturgi :
q Konsep Dramaturgi: Seseorang bertindak layaknya seorang aktor di sebuah panggung (dunia)
q Fokus Primer: membagi perilaku interaksi menjadi 2 bagian yaitu Front stage & Back Stage
q Front Stage: Penampilan diri (alat yg digunakan: setting, iklan, kostum, penggunaan kata) dan gaya (peran aktor) yg ditonton oleh khalayak
q Backstage: ruang skenario/ kamar rias yg bersifat informal (rahasia)
“Setiap psikologis manusia tidak stabil tergantung dari interaksi dengan orang lain”



Analisa dramaturgi tentang SPG Pameran
·        Di depan supervisor para SPG akan berusaha terlihat lebih baik ketika sedang tidak berbicara dengan supervisor mereka akan berusaha agar terlihat mengerti perkataan supervisor
·        Ketika tidak ada supervisor mereka menampilkan jati diri mereka yang sebenarnya
·        Ketika mereka berhadapan dengan customer mereka akan menampilkan performa terbaik mereka agar customer mau membeli produk mereka.

Di depan dan di belakang terlihat berbeda
                  




Skema dramaturgi : Presiden
panggung
Presiden
Back stage : Memakai pakaian seperti orang lain saat dirumah
Front stage : Berpakaian rapi dan formal saat berberpidato
Agar dipandang berwibawa oleh rakyat dan agar terkesan serius

Agar tidak terkesan terlalu kaku bagi keluarganya
motif
 


















Contoh Aplikasi
Hari rabu saya pergi ke kampus. Saya berangkat ke kampus menggunakan sepeda motor. Sebelum ke kampus, di rumah saya telah menyiapkan diri untuk presentasi berupa powerpoint, dll. Sebelumnya tim presentasi menyiapakan alat berupa proyektor, laptop, dll dengan tujuan agar presentasi berjalan dengan baik.
KONSEP
PENERAPAN DALAM KASUS
Pembentukan sosial
Kampus
Backstage
Rumah saya
Frontstage
Kampus/ depan kelas
Audience
Teman saya
Team of Performance
Tim presentasi
Outsider
Semua orang-orang yang berada di sekitar kelas





Teori definisi situasi
William Isaac thomas



      Definisi = Upaya untuk memberi nilai pada sesuatu
      Situasi = Segala sesuatu yang diketahui manusia
      Definisi Situasi adalah upaya persepsi & penafsiran seseorang atas realitas yang hidup di sekelilingnya

      Tindakan (penilaian & pertimbangan) + seleksi (penafsiran berdasarkan situasi) = pemberian makna yg diterima seseorang
      Cth: Ucapan Salam + lawan jenis = respon: menghindar/diabaikan/ ditanggapi
Konsep Jihad:  Analisis Studi Kasus







Bentuk bentuk interaksi social

Skema: Bentuk-bentuk interaksi sosial :
individu
individu

Komunikasi
Kontak sosial
Interaksi sosial
Proses asosiatif
Proses disosiatif
akulturasi
Kerja sama
akomodasi
asimilasi
perasingan
kontravensi
konflik
Proses social akibat interaksi
Proses proses asosiatif
BENTUK HUBUNGAN SOSIAL BERSIFAT POSITIF, INTIM & AKKRAB KARENA DAPAT MEMPERKUAT SOLIDARITAS ANTAR KELOMPOK
A) KERJA SAMA : SUATU USAHA ANTAR INDIVIDU MAUPUN ANTAR KELOMPOK MANUSIA UTK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA (MEMILIKI ADANYA KESADARAN & MEMPUNYAI KEPENTINGAN YG SAMA )

PROSES ASOSIATIF TERDAPAT 4 BENTUK:
A)     KERJA SAMA (COOPERATION);
B)      AKOMODASI;
C)      ASIMILASI
D)     AKULTURASI

BENTUK KERJA SAMA :

1. BERGAINING
“BENTUK KERJASAMA YG DIHASILKAN MELALUI PROSES TAWAR MENAWAR GUNA MENCAPAI SUATU KESEPAKATAN”
CTH: KEGIATAN EKONOMI TRNSAKSIONAL (BARANG & JASA
2. KOOPTASI (COOPTATION)
PENERIMAAAN UNSUR-UNSUR BARU DALAM SUATU ORGANISASI
CTH: PEREKRUTAN KARYAWAN  DENGAN SISTEM BARU (JOBFAIR)
3. KOALISI (COALITION)
KOMBINASI ANTARA 2 PARTAI/ ORGANISASI  DALAM SISTEM PEMERINTAHAN UNTUK TUJUAN BERSAMA

 



































PROSES ASOSIATIF BERSIFAT “AKOMODASI”
B. AKOMODASI

PROSES PENYESUAIAN ANTAR INDIVIDU MAUPUN KELOMPOK GUNA MENGURANGI, MENCEGAH, &  MENGATASI SUATU KETEGANGAN (KEKACAUAN)

BENTUK AKOMODASI

MENURUT PROSES  :
  1. PEMAKSAAN/ KOERSI                                                  PROSES AKOMODASI TERJADI MELALUI PAKSAAN SECARA FISIK (LANGSUNG) MAUPUN PSIKOLOGIS (TDK LANGSUNG). CTH: PERBUDAKAN, PENJAJAHAN, PINJAMAN KREDITOR
  2. KOMPROMI (COMPROMISE)                                                              MASING-MASING PIHAK YG BERTIKAI SALING MENGALAH & MENGURANGI TUNTUTAN GUNA MENCAPAI KESEPAKATAN
LANJUTAN  :
  1. MEDIASI                                                                               CARA MENCAPAI KONSESNUS MELALUI PIHAK KETIGA   NAMUN HNY SBG PENENGAH & TIDAK MEMILIKI WEWENANG. CTH: PENYELESAIAN KERIBUTAN WARGA MELALUI RT/ RW
  1. ARBITRASI                                                                            CARA MENCAPAI KONSENSUS MELALUI PIHAK KETIGA & MEMILIKI WEWENANG ABSOLUT (SOLUTIF).    

LANJUTAN  :
  1. KONSILIASI                                                                                    USAHA MEMPERTEMUKAN PIHAK YG BERTIKAI (BEREMBUG) AGAR MENCAPAI SUATU KESEPAKATAN  CTH: KONSULTASI ANTARA PENGUSAHA ANGKUTAN DGN DINAS LALU LINTAS TERKAIT PENETAPAN TARIF ANGKUTAN
  2. STALEMATE                                                                                   KEADAAN PERSELISIHAN YG BERHENTI PADATINGKATAN TERTENTU (MASING-MASING PIHAK TDK SLNG MENYERANG/ KEKUATAN SEIMBANG). CTH: PERSELISISHAN AS & IRAN PERIHAL ISU NUKLIR

LANJUTAN  :
6.       TOLERANSI                                                                                  SIKAP MENGHARGAI PERBEDAAN YG ADA DALAM MASYARAKAT. CTH: SIKAP MENGHARGAI HARI BESAR KEAGAMAAN

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

PROSES ASOSIATIF ASIMILASI & AKULTURASI
C) ASIMILASI
Pembauran dua unsur kebudayaan yang berbeda, sehingga melahirkan suatu unsur baru, dimana unsur yang lama semakin tipis krn tindakan individu (minoritas)  menyesuaikan dgn kemauan kelompok (mayoritas)”
CTH: PERKAWINAN ANTARSUKU (AMALGAMASI), PENYESUAIAN PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DILATARBELAKANGI MOTIF EKONOMI

D) AKULTURASI
BERPADUNYA DUA KEBUDAYAAN YG BERBEDA DAN MEMBENTUK SUATU KEBUDAYAAN BARU DENGAN TIDAK MENGHILANGKAN UNSUR BUDAYA YANG LAMA
CTH: ARSITEKTUR BUDAYA MASJID KUDUS (DEMAK); TRADISI KEJAWEN                                        (BUD. HINDU + ISLAM); TRADISI ADAT BETAWI (SUNDA, CINA & ARAB)

 
























                        




LATAR BELAKANG ASIMILASI & AKULTURASI:
“TERJADINYA PERBEDAAN CARA BERKOMUNIKASI SEHINGGA BERDAMPAK PADA PEMBAURAN KEBUDAYAAN”

 








FAKTOR PEMBENTUK & PENGHAMBAT ASIMILASI :
Pendorong
Penghambat
Toleransi antarkelompok yang berbeda kebudayaan

Kurangnya pengetahuan akan kebudayaan kelompok lain

Kesempatan yang sama di bidang ekonomi

Prasangka dan stereotipe tentang suatu kelompok tertentu

Sikap terbuka dari kelompok yang berkuasa

Prasangka dan stereotipe tentang suatu kelompok tertentu

Perkawinan antarkelompok (amalgamasi)

Sifat takut (khawatir) terhadap kekuatan kebudayaan kelompok lain

Memiliki musuh yang sama & meyakini menjadi kekuatan baru. Cth: “GERAKAN BURUH
In group feeling (perasaan) yang kuat krn masing-masing kelompok terikat kebudayaan






3. PATERNALISME
Suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok pribumi
Contoh: penjajahan

Skema proses proses disosiatif
2. PROSES-PROSES DISOSIATIF

HUBUNGAN SOSIAL YANG MENGARAH PADA BENTUK PERMUSUHAN DAN MERENGGANGKAN SOLIDARITAS KELOMPOK

INTERAKSI DISOSIATIF TERBAGI ATAS 3:

PERSAINGAN/ KOMPETISI
SUATU USAHA UTK MENDAPATKAN SESUATU YANG JUMLAHNYA TERBATAS
KONFLIK/ PERTIKAIAN
SUATU PERJUANGAN INDIVIDU ATAU KELOMPOK SOSIAL UTK MEMENUHI TUJUANNYA DENGAN JALAN MENANTANG PIHAK LAWAN

KONTRAVENSI
BENTUK PERSAINGAN YG TIDAK SEHAT DITANDAI OLEH ADANYA KETIDAKPUASAN, KETIDAKPASTIAN, KEBENCIAN, KERAGU-RAGUAN, & PERASAAN TIDAK SUKA YG DISEMBUNYIKAN TERHADAP KEPRIBADIAN SUATU GOLONGAN TERTENTU.                                                                                     CONTOH: GANGGUAN, PROVOKASI, INTIMIDASI, BERKHIANAT, MENGHASUT, MEMFITNAH DSB

 













E. keteraturan social
Keteraturan sosial adalah “suatu kondisi yang menunjukkan hubungan sosial berjalan tertib dan teratur menurut nilai & norma yg berlaku di masyarakat.”
Tahap-tahap menuju terbentuknya keteraturan sosial:
GOALS:
“KETERATURAN SOSIAL”
AJEG/ KEAJEGAN
TERTIB SOSIAL
Kata Kunci TerOrKePo



ORDER  (TATA ATURAN)
POLA
 











SKEMA PEMBENTUK KETERATURAN SOSIAL
PENJELASAN MENGENAI: TeOrKePo

UNSUR-UNSUR PEMBENTUK KETERATURAN SOSIAL:

A) TERTIB SOSIAL  (KEADAAN DIMANA INDIVIDU BERTINDAK SESUAI NILAI & NORMA)
EX: MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

B) ORDER SOSIAL/ TATA TERTIB ( BENTUK PERATURAN/ SISTEM NILAI YG BERKEMBANG, DIAKUI, & DIPATUHI OLEH MASYARAKAT)
EX: LARANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN

C)  AJEG/ KEAJEGAN (SISTEM YG TELAH TERPOLA ATAU TINDAKAN YG DILAKUKAN SECARA TERUS MENERUS/ KONTINYU)
EX: SETIAP SENIN PARA SISWA MELAKUKAN UPACARA BENDERA

D)  POLA (CORAK/ CIRI KHAS PERILAKU )
EX: KEHIDUPAN SELEBRITI SELALU GLAMOR

UNSUR2 PEMBENTUK TERSEBUT BUKAN BERSIFAT URUTAN MELAINKAN TAHAPAN

 



















SYARAT TERWUJUDNYA KETERATURAN SOSIAL
KETERATURAN SOSIAL

KONDISI HUBUNGAN SOSIAL BERJALAN SECARA TERTIB SESUAI SISTEM NILAI & NORMA YG BERLAKU DLM MASYARAKAT

KOMPONEN TERWUJUDNYA KERTERATURAN SOSIAL

TERDAPAT  3 SYARAT :

1) TERDAPAT NORMA SOSIAL :
DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN SERTA PERADABAN MANUSIA
CONTOH: SANKSI  BERUPA TEGURAN; DENDA/ PIDANA BAGI CALON PENUMPANG ILEGAl
2) TERDAPAT APARAT PENEGAK HUKUM :
SECARA KONSISTEN MEMILIKI FUNGSI & WEWENANG MEWUJUDKAN KETERATURAN
CONTOH: PENGAWASAN TERHADAP CALO TIKET  YG DILAKUKAN POLISI

3) KESADARAN WARGATENTANG PENTINGNYA MENCIPTAKAN KETERATURAN
CONTOH:  MEMBELI TIKET SESUAI  KETENTUAN (LEGAL)

 

















F. Status, Peran,dan Kelas Sosial

MENURUT PENGERTIAN :
STATUS
“POSISI/ KEDUDUKAN SESEORANG DALAM SUATU KELOMPOK MASYARAKAT”
 STATUS BERKAITAN ERAT DGN HAK & KEWAJIBAN
CONTOH:
1) KETUA KELAS (STATUS OBJEKTIF/ MASA JABATAN)
2) USTADZ/ KIYAI (STATUS SUBJEKTIF/ MELEKAT)
PERAN
PERILAKU YANG DIHARAPKAN DARI ORANG YG MEMILIKI STATUS TERTENTU
CONTOH:
1) MEMIMPIN, MENGATUR TEMAN-TEMAN & MENJAGA KETERTIBAN DI KELAS;
2) MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT, MEMBERI PEDOMAN NILAI & MORAL, SERTA MENJADI TAULADAN DI MASYARAKAT 
CARA MEMPEROLEH STATUS SOSIAL

A) ASCRIBED status
Diperoleh sejak lahir: gelar kebangsawanan; sistem kasta
B) ACHIEVED status
Diperoleh krn usaha yg disengaja: gelar sarjana
C) ASSIGNED status
Diperoleh karena pemberian pihak lain: Prestasi, Gelar Pahalawan

a. Konflik peran
Konflik yang terjadi diantara beberapa peran dalam diri seseorang.

Polisi

Menangkap pelaku kejahatan yaitu keponakan sendiri
Melindungi keponakan
 








B. Ketegangan peran
Konflik/ Kesulitan yang terjadi pada satu jenis peran dalam diri seseorang.
Siswa
Mengerjakan PR
Belajar untk ulangan harian
Ketegangan Peran
 















c. Kegagalan peran
Keadaan dimana seseorang memiliki beberapa peran yang saling bertentangan.
Ibu (single parent)
Mencari nafkah
Pengasuh & pemimpin keluarga
Kegagalan Peran

 



             


D. Kesenjangan peran (role distance)
Keadaan di mana seseorang mengalami bentuk tekanan (tdk cocok) dalam menjalankan perannya tsb
Kesenjangan peran
 



Kelas Sosial

Pengelompokan masyarakat berdasarkan kriteria ekonomi: pekerjaan, penghasilan, dan kemakmuran
Selalu terjadi mobilitas dalam masyarakat
Istilah kelas bersifat terbuka dan tidak homogen
 
Contoh: KELAS SOSIAL PADA SISTEM Masyarakat  feodal
Pola Dasar
Raja dan kaum bangsawan adalah pusat kekuasaan yang dihormati rakyat.
Terdiri dari lapisan raja dan kaum bangsawan, priyayi-ulama-punggawa, dan rakyat jelata.
Pola ketergantungan dan patrimonialistik, yaitu bangsawan adalah tokoh panutan yang harus disegani. Jadi, rakyat harus hidup menghamba pada raja kaum bangsawan.
Pola hubungan diskriminatif dan kesewenang-wenangan terhadap rakyat jelata.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar